Senin, 24 Oktober 2011

MENGAPA SINGLE???

Sering Anda yang masih lajang merasa bosan sekaligus sebal saat ditanya, “Mana nih gandengannya?”, “Apa kamu nggak bosan sendirian?”, “Kapan menikah?”, “Jangan terlalu santai, ingat kamu sudah umur berapa, kamu sadar nggak?” Mungkin Anda ingin sekali berteriak, “So what gitu loh?!!” Mulai dari teman-teman Anda, orang tua, saudara, seakan-akan tidak pernah puas “meneror” Anda dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama. Acara berkumpul dengan keluarga besar atau reuni sekolah yang seharusnya menyenangkan menjadi satu ajang yang kadang membuat Anda terombang-ambing, atau bahkan menjadi satu kegiatan yang paling Anda hindari.
Mungkin Anda menjadi kesal dan berpikir sebenarnya ini hidup Anda atau hidup mereka? Kalau seandainya Anda menikah cepatpun dan nanti terjadi kekacauan dalam rumah tangga Anda, apakah mereka mau bertanggungjawab untuk itu? Selain itu, Anda masih punya hal-hal lain yang lebih penting untuk dikejar. Status lajang berarti kebebasan, tanggung jawab Anda pun hanya terbatas pada diri sendiri.
Tapi tidak jarang Anda juga mungkin berpikir, “Aku nggak jelek-jelek amat, kenapa nggak ada yang tertarik?”, “Apa ada yang salah denganku?”, “Mungkin aku harus menurunkan standarku tentang calon pasangan…”, “Kenapa aku tetap sendirian sementara teman-temanku sudah menikah dan bahkan ada yang sudah punya anak?”, “Single sebenarnya enak juga, tapi kadang aku kesepian…”. Ada juga sebagian yang tidak mau mengakui kalau mereka pernah berpikir seperti itu. Tapi tidak ada yang salah dengan mengakuinya, karena dengan berterus terang, Anda dapat mencari penyebab pikiran-pikiran itu dan menemukan jawabannya. Bukan begitu?
Apakah Anda ditakdirkan untuk menjadi lajang selamanya?
Budaya dan tradisi yang ada di masyarakat ikut menentukan persepsi Anda tentang seperti apa kehidupan yang “utuh” itu. Persepsi ideal yang umum menggambarkan seorang pria dan wanita yang menikah dan membentuk sebuah keluarga. Lantas bagaimana dengan Anda yang masih belum hidup “utuh”? Apakah Anda memang ditakdirkan untuk tetap single?
Kadang Anda jadi bermimpi dan terlalu berfokus pada diri sendiri. Anda terus bertanya-tanya pada Tuhan tentang keadaan Anda. Padahal seluruh kehidupan ini tidak hanya berfokus pada diri Anda, ada banyak sisi-sisi kehidupan yang mungkin terluput dari pandangan Anda selama ini. Saat Anda memutuskan untuk menyambut, mensyukuri dan menikmatinya, Anda akan mengetahui sendiri jawabannya selagi Anda berjalan.
Kriteria pasangan hidup dan pernikahan
Jujur saja, Anda mungkin memiliki kriteria tentang pasangan ideal yang akan hidup “happily ever after” bersama dengan Anda, juga kriteria tentang kehidupan pernikahan yang ideal. Masalahnya, apakah Anda yakin akan “kekuasaan” Anda untuk “menciptakan” sosok pasangan ideal dan pernikahan ideal itu? Dan bagaimana Anda tahu apakah standar dan harapan Anda itu memang yang sepantasnya atau terlalu tinggi atau terlalu rendah?
Kalau Anda membayangkan bahwa suatu saat nanti seseorang akan datang dan mewujudkan semua harapan Anda, itu tidak adil. Bagaimanapun juga, pernikahan menyatukan dua manusia, keberhasilan pernikahan pun juga ditentukan dan dibangun oleh Anda dan pasangan Anda, dengan Tuhan sebagai dasarnya. Jangan hanya menuntut pasangan yang tepat, tetapi jadilah seorang pasangan yang tepat!
Aku bahagia kok dengan status lajangku!
Penyangkalan terhadap kenyataan bahwa kadang Anda merasa kesepian, kadang Anda juga ingin punya pasangan, dan lain-lain, sadar atau tidak justru membuat Anda membangun tembok, bersikap menutup diri dan menunjukkan bahasa tubuh atau sinyal kalau Anda bisa melakukan semuanya sendiri dan tidak membutuhkan seorang pasangan dalam hidup Anda.
Walaupun mungkin Anda bereaksi seperti ini saat orang lain mempertanyakan status Anda karena gerah dengan pertanyaan mereka, bersikap jujurlah, dan Anda pun akan merasa lebih santai menghadapi mereka. Kalau Anda berlagak seperti “lone ranger” yang mampu mengatasi semuanya, bisa jadi sikap Anda justru akan membuat orang yang tertarik pada Anda jadi mundur teratur.
Lalu bagaimana Anda harus bersikap? Tentu saja Anda tidak mau terlihat terlalu berharap, terlalu agresif atau terlalu defensif. Semuanya dimulai dari kejujuran Anda kepada diri sendiri, karena apa yang terjadi di dalam diri Anda, itulah yang akan terlihat dari luar. 

Jadilah diri sendiri dan nikmati hidup Anda
Sudah sewajarnya Anda memiliki kehidupan yang utuh sebelum seseorang memasuki kehidupan Anda. Dan kalaupun Anda memang akan melajang seumur hidup, itu bukan berarti kehidupan Anda tidak pernah utuh.
Banyak wanita yang telah menggantungkan kebahagiaannya pada seorang pria yang akan datang dalam kehidupan mereka, dan mereka berpikir mereka tidak akan pernah bahagia sebelum pria itu datang. Mereka menunda membuat keputusan-keputusan penting dalam hidup mereka karena menunggu datangnya sang pangeran. Dan saat yang dinanti tak kunjung tiba, mereka tenggelam dalam pikiran-pikiran dan emosi-emosi yang tidak sehat. Mengapa harus menunggu seseorang atau sesuatu untuk berbahagia?
Saat Anda mulai berhenti bertanya tentang pasangan hidup kepada Tuhan dan mulai bertanya tentang apa tujuan Anda diciptakan serta apa yang seharusnya Anda lakukan, Anda akan melihat dan menemukan bahwa karunia-karunia dan keunikan Anda memang punya maksud yang spesifik. Saat itulah Anda akan berbahagia. Karena kebahagiaan Anda tidak bergantung pada ada atau tidaknya seorang pria atau wanita yang spesial. Jika Anda sudah merasakan kepenuhan hidup yang sejati, saat seorang pria atau wanita memasuki kehidupan Anda, Anda akan tahu apakah dia adalah orang yang tepat untuk bersama dengan Anda atau tidak.
Sedikit tips, kalau Anda ditanyai tentang ‘kesendirian’ Anda lagi, akui saja kalau memang belum ada perkembangan di area itu, tapi ceritakan tentang perkembangan
di bidang yang lain, misalnya pekerjaan atau kegiatan baru Anda. Dengan ini, Anda tidak hanya memunculkan topik baru untuk didiskusikan, tapi juga akan mengurangi sikap defensif Anda.
Sumber ; Jawaban.Com

Selasa, 01 Februari 2011

SERABI ISI SAYUR


Bahan Serabi
  • Tepung beras 100 gr
  • Tepung terigu 50 gr
  • Santan 300 ml
  • Gula pasir 1 sdm
  • Garam 1/2 sdm
Cara :
  1. Ayak tepung beras & tepung terigu
  2. campurkan tepung beras bersama santan aduk hingga merata, diamkan selama kurang lebih 30 menit kemudian tambahkan sisa bahan lainnya.
  3. Panaskan cetakan serabi (aku pakai cetakan kue lumpur), tuang adonan masak hingga kering lalu angkat.
  4. Olesi permukaan atas serabi dengan saos sambal ato saos tomat jika tidak suka pedas kemudian taburi dengan isinya (sayuran yg sudah di tumis terlebih dahulu)
Bahan isi :
  • Wortel potong adu kecil-kecil
  • kentang potong dadu kecil-kecil
  • sosis potong dadu kecil-kecil
  • minyak untu menumis
Bumbu :
  • Saos tiram
  • Kecap manis
  • Saos sambal
  • bawang putih cincang
  • bawang bombay iris
  • merica bubuk
  • garam
  • gula
cara :
Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum, masukkan wortel, kentang dan sosis aduk hingga setengah matang lalu masukkan merica bubuk, saos tiram, saos sambal dan kecap manis, garam dan gula tumis hingga matang.

Rabu, 12 Januari 2011

Mengatasi kulit kering dan kusam


Kulit kering dan kusam tidak boleh dibiarkan begitu saja. Itu karena, kondisinya bisa jadi lebih parah, seperti memicu iritasi dan pengelupasan serta membuat keriput lebih cepat muncul.

Untuk mengatasinya, Anda tak perlu pergi ke pusat perawatan kulit yang mahal, cukup dengan membuat masker sendiri.

Daisy Tang, pendiri Aspara Aromatics, menyarankan untuk mengolah buah pepaya menjadi masker untuk kulit wajah. Pepaya mengandung enzim yang fungsinya mirip dengan asam alfa hidroksi yang bisa membantu untuk meminimalkan keriput dan membuat wajah terlihat lebih cerah dan lembab.

Zat asam dan enzim pelarut protein dalam pepaya pun bisa mengangkat sel kulit mati dan mencerahkan kulit. Berikut bahan dan cara membuat masker pepaya, seperti dikutip dari www.totalbeauty.com.

Bahan:
3 sendok makan buah pepaya yang telah diblender
1/3 gelap gandum
1 sendok makan madu

Campur semua bahan dalam wadah, kemudian aduk hingga rata. Pastikan buah pepaya telah bertekstur halus. Setelah rata, tempelkan masker pepaya di wajah dan diamkan selama 10 menit. Lalu, bersihkan dengan air hangat. Usahakan untuk menggunakan maker pepaya minimal satu minggu sekali. Selamat mencoba! (pet)

taken from VIVAnews

Selasa, 11 Januari 2011

Walau Sekejap



 Walau sekejap
Ari Wibowo

Sribu Kota telah kulalui Sribu hati kuselami
Namun tiada pernah kutemui dirimu disana
Bertahun sudah kumencari bertahun dalam dendam rindu

Tlah kucoba menghapuskan Namamu dari hatiku
Tapi siapa dapat mengingkari
Perasaan sendiri

Andai kini, kau telah bahagia
Kurela …kurela
Hanya satu ijinkan diriku
Berjumpa denganmu
Walupun hanyalah sekejap
Sekedar pengobat rinduku

Tlah kucoba menghapuskan Namamu dari hatiku
Tapi siapa dapat mengingkari
Perasaan sendiri

Andai kini kau telah bahagia
Kurela …kurela
Hanya satu ijinkan diriku Berjumpa denganmu
Walupun hanyalah sekejap
Sekedar pengobat rinduku



Sewu Kuto
Didi kempot

Sekedar pengobat rinduku
Sewo kuto uwis tak liwati
Sewu ati tak takoni
Nanging kabeh
Podo rangerteni
Lungamu neng endi
Pirang tahun aku nggoleki
Seprene durung biso nemoni

Wis tak coba
Nglaliake jenengmu
Soko atiku
Sak tenane aku ora ngapusi
Isih tresno sliramu

Umpamane kowe uwis mulyo
Lilo aku lilo
Yo mung siji dadi panyuwunku
Aku pengin ketemu
Senajan sak kedeping moto
Kanggo tombo kangen jroning dodo

Wis tak coba
Nglaliake jenengmu
Soko atiku
Sak tenane aku ora ngapusi
Isih tresno sliramu

Umpamane kowe uwis mulyo
Lilo aku lilo
Yo mung siji dadi panyuwunku
Aku pengin ketemu
Senajan wektumu mung sedhela
Tak nggo tombo kangen jroning dodo

Senajan sak kedeping moto
Tak nggo tombo kangen jroning dodo

sebenernya denger nich lagu udah lama banget secara memang tuch lagu juga udah lama rilisnya. tapi baru 2 hari kemaren saya bener2 pengen denger dan setelah saya resapi (duch...sok sokan dech) nih lagu bikin hati saya gimanaaaaaaaaaaa gitcu....
saya jadi teringat seseorang disana, seseorang yang pernah mengisi hati saya....
kira2 kayak lagu diatas, saya belum bisa lupa dengan perasaan saya terhadapnya....wehehehehe....preeettt....
baiklah...cekidot...

Selasa, 28 Desember 2010

ISTIKHARA CINTA



Dani mengenal faizah sejak kecil. Gadis putih berkacamata itu adalah tetangganya sewaktu sang ayah berdinas di Aceh. Sebagai tetangga, hubungan orangtua dani dan faizah pun cukup baik. Tetangga yang baik lebih dekat daripada saudara kandung, mungkin ungkapan itu benar adanya.

Dani yang lebih tua 3 tahun pun sudah seperti kakak bagi faizah. Orangtua faizah percaya, dani dapat menemani faizah bermain. Si kecil itu memang tidak banyak teman, karena kondisi tubuh yang lemah dan sering sakit. Ibu dani, bu wiryo, sangat senang, karena gadis cilik itu sering main ke rumahnya. Seperti punya putri sendiri, katanya yang tak punya anak perempuan.

Setelah masa dinas sang ayah berakhir, dani kembali ke jawa tengah, bersekolah di sana dan melanjutkan kuliah di yogyakarta. Tak disangka, 3 tahun berselang, di tahun 2001, faizah ternyata melanjutkan kuliah di kota yang sama. Dia mencari kakaknya, dani, sebagai tempat bertanya. Alangkah senangnya orangtua faizah mengetahui dani bersekolah di kota yg sama. Rasa khawatir mereka akan lemahnya tubuh faizah agak terobati.

Faizah bukan gadis manja lagi. Ia juga sudah punya banyak teman di kampus. Dengan fisiknya yang lemah, ia tetap berjuang melakukan semuanya sendiri.

Dani mulai mengagumi faizah, bukan sebagai adik, namun sebagai perempuan yang pantas di jadikan pendamping hidup. Kuliahnya sebentar lagi selesai. Ia pun sudah mendapatkan pekerjaan sejak tahun ketiga kuliah.

Gayung bersambut. Faizah tidak keberatan berumahtangga sambil bersekolah.

“Ibu tidak setuju, dani”
Kalimat bu wiryo sungguh diluar dugaan dani. Bagaimana mungkin? Ibunya dulu sangat menyayangi faizah bagai putri sendiri. Hubungan dengan keluarga faizah pun tak beda dengan saudara. Bahkan bu wiryo pernah berkata ia mengagumi keluraga faizah yg mencerminkan keislaman, semangat dan kemandirian masyarakat aceh.
“ibu tak ingin kau menikah dengan perempuan yang lemah tubuhnya, nak”. Jawaban yg singkat dan menyakitkan. Apalagi itu keluar dr mulut sang ibu, orang yang paling dekat dihati dani. Tapi bagaimana ia bisa memilih? Hatinya sudah terpikat dengan gadis lembut dan keibuan itu. Namun, tak sampai hati ia menentang kehendak sang bunda yang begitu disayanginya.
“Ibu sayang faizah bagai putri sendiri, tapi ibu tak bs menerimanya sebagai menantu. Ibu tidak ingin seumur hidup kamu kerepotan dengan penyakitnya. Bisakah dia mengurusmu? Bisakah dia melahirkan anak-anakmu nanti? Sedikit-sedikit asmanya kambuh. Cape sedikit dia pingsan. Jantungnya, lambungnya, paru-parunya….menjadi istri bukan tugas yang mudah, ah…ibu tidak tega dengan masa depanmu, nak”. Kalimat itu keluar dari bibir bu wiryo. Dani mendengarnya, namun tatapannya kosong. Pikirannya kosong. Bagaimana ia harus berdiri di antara 2 cinta ini??

“tidak apa-apa, bang. Ibu benar, menjadi istri bukan tugas yg nudah”. Tak disangka, faizah malah tampak tegar menerima kabar dari dani. Ke mana gadis cilik yang cengeng dan manja itu sekarang? Ah, dani makin kagum dibuatnya.

“Beri aku waktu, faiz. Beri aku waktu untuk meyakinkan ibu”. Kalimat itu keluar begitu saja dari mulut dani. Dani pun kaget dg kata2nya sendiri. Surga di telapak kaki ibu. Semula ia ingin menyerah. Tak mungkin ia menyakiti sang bunda demi seorang gadis yang memikat hatinya. Biarlah cinta mengalah. Tak berani ia menjauhi surga. Tapi, melihat gadis itu begitu tegar dan tawaduk, mungkin faizalah, bidadari surga lainnya.
Faizah tersenyum datar.

“meyakinkan ibu memang butuh waktu. Masalahnya apakah abang sendiri yakin dengan keputusan abang?”. Faizah mengenal dani sejak lama. Ia sudah tahu betapa cintanya dani pada sang bunda, betapa lembut hatinya. Bu wiryo adalah nafas bagi dani, kebahagiaannya, cintanya. Tak mungkin faizah merenggut cinta itu dr dani.
Dani terdiam.

Keyakinan? Ya, bagaimana dani bisa meyakinkan sang bunda sedangkan keyakinan itu tdk ada dlm dirinya sendiri? Kebingungan, kesedihan akan 2 cinta membawanya pada Sang Pemilik cinta. Dunia masih tertidur berselimut malam, saat dani membasuh kedua tangannya dengan wudhu. Dalam sunyi dani berdialog dengan Sang Pemilik, tempat kembali, dimana segala cinta bermuara.

Sekali, dua kali, dani berdialog dengan Sang Pemilik cinta. Membiarkan dirinya larut dalam doa dan pinta. Sehari, dua hari, seminggu, kadang wajah faizah muncul dalam lamunannya, begitu kuat, lalu pudar menyamar saat suara sang bunda menghentakkan khayalnya. Kebingungan masih menguasai. Dani sadar, dia bukan wali apalagi nabi. Tak berani ia mengartikan mimpi atau suara hati sebagai jawaban. Sadar bahwa setan masih bisa membisiki dari kanan dan kiri. Mengapa wajah faizah terus menguat? Atau, itu godaan setan agar ia membangkang? Ataukah itu sebuah jawaban? Ah, pusing dia!!

Dani menarik napas. Dia melangkah memasuki halaman kost faizah. Memencet belnya.
“faiz, aku belum menemukan jawaban untuk masa depan kita. Yang kutahu, hatiku mengatakan untuk tetap memperjuangkanmu. Biarlah, kamu kupertemukan lagi dengan ibu sebagai sobat lamaku, putrinya di aceh dulu. Itu kalau kau tidak keberatan”. Dani tak berani menatap wajah faiz saat berkata, ia merasa menjadi seorang pria yang plin plan.

“abang, bukankah aku juga putrinya sejak dulu? Aku juga kangen ingin silaturrahmi dengan ibu. Sesekali aku akan main ke semarang untuk menjenguk ibu”. Tanggapan faiz melegakan dani. Dia belum tahu jawaban atas istikharanya. Dia juga tak berani memberikan janji. Yang dia bisa hanyalah mempertemukan faiz dengan ibunya lagi. Dan membiarkan bundanya mengenali gadis berhati kuat itu lagi, bukan sebagai gadis lemah yang sakit-sakitan. Ya, dia akan berjuang untuk 2 cinta ini.

Tahun 2004, faizah menyelesaikan pendidikan diplomanya di yogyakarta. Sekembalinya ke aceh, dani melamar faiz di rumahnya. Bu wiryo akhirnya mengalah, mengijinkan dani menikahi gadis pilihannya. Meski setengah khawatir, bu wiryo luluh dengan kesungguhan dani. Upacara pernikahan mereka dilangsungkan awal januari 2005, setelah faizah sekeluarga dipastikan selamat dari badai tsunami.

Tahun 2005, beberapa bulan setelah pernikahan, bu wiryo terserang stroke. Saat itu, faizah menantu satu satunyalah yg merawat. Setiap kali ada teman yang menjenguk, bu wiryo selalu membangga-banggakan faizah yang setia merawat. Faizah, faizah dan faizah….betapa sayangnya ia pada faizah. Betapa beruntungnya ia bermenantukan anak yang berbakti. Betapa lezatnya masakan faizah. Lemahnya tubuh pun tak jadi penghalang bagi faizah untuk menjaga mertuanya, bergantian dengan dani dan ayahnya.

Malam itu dani baru pulang dari kantor. Dibukanya pintu kamar sang bunda. Faizah tertidur bersama bu wiryo. Dani menatap 2 perempuan yang begitu dicintainya. Teringat malam-malam penuh doa. Malam dimana ia bersujud tenggelam dalam istikharah, mencari jawaban pada Sang Pencipta. Bertanya-tanya kapan doanya akan terjawab. Bergulat dalam keraguan, ketidakpastian.

Saat itu, tidak ada tanda ataupun mimpi yang bisa ia tangkap. Hanya keyakinan untuk tidak berhenti berjuang hingga hari pernikahannya tiba. Sekarang dihadapannya bu wiryo tertidur lelap. Disampingnya, faizah tertidur di sofa, kelelahan setelah merawat ibunya. Dua cinta inilah jawaban atas doa doanya.


(Taken From, Istikhara Cinta by M. Shodiq Mustofa dkk)

Senin, 27 Desember 2010

JAMUR KUAH KUKUS


Mushroom atawa jamur dalam bahasa indonesianya mempunyai banyak macam. Dan semua macam jamur saya sangat suka, salah satu makanan favourite saya, asal bukan jamur beracun aja hehehehe….tidak hanya karena enak rasanya tapi manfaat dari jamur juga luar biasa. kata beberapa sumber yang pernah saya baca, jamur bisa mencegah kanker.
Biasanya klo musim penghujan gini, jamur kuncup dan jamur bulan banyak tumbuh di belakang rumah saya. jadinya tiap pagi Ibu hunting jamur-jamur kesukaan saya itu. Kadang ampe dulu-duluan ama sepupu sebelah rumah. Nah…ini dia jamur kesukaan saya, masaknya cukup sederhana saja, tapi rasa waow….gak ada duanya. Blm pernah saya nemuin di daerah lain.

Bahan :
Jamur bulan/kuncup

Bumbu halus :
Bawang merah
Bawang putih
Terasi
Cabe rawit
Garam
Gula

Cara :
Cuci bersih jamur kemudian suwir-suwir. Campurkan bumbu dan jamur lalu bungkus dengan daun pisang, kasih sedikit air sebagai kuah. Lalu kukus selama 15-20 menit.

catatan : Jamur kuncup dan jamur bulan tidak bisa bertahan lama, jadi harus segera di panen dan langsung di masak, jika dibiarkan beberapa jam saja akan mengeluarkan belatung. tapi jika tidak sempat langsung memasaknya rendam di dalam air matang kemudian masukkan kulkas.